Home, Light

Insight | Kehidupan Orang Dewasa Tidak Semenarik Imajinasi Anak Kecil, Cerita Menyenangkan dari Jonah Green

jonah green time square infiltrancom

Jonah Green melihat bahwa hidupnya saat ini tidak semenarik yang dia dulu bayangkan sewaktu kecil. Dengan berucap demikian, bukan berarti hidupnya menjadi tidak bahagia.  Bukan, bukan di bagian ini yang dimaksud.

Jelas saat ini Jonah bisa memperoleh udara secara gratis, menyantap makanan yang dimaui, bisa nonton Game of Thrones, dia tidak bisa terlalu komplain kalau boleh jujur. Hanya saja, masalahnya adalah ketika dia menjadi orang dewasa, ada banyak hal yang Jonah pikir bisa lebih relevan dibandingkan dengan yang sudah benar-benar terjadi.

Ketika berusia sepuluh tahun, Jonah adalah anak yang sungguh takut dengan yang namanya kota. Tahu alasan yang melatarbelakanginya?

MARVEL dan DC COMICS!

Kamu tentu pernah menonton paling tidak satu dari setumpuk film-film superhero bikinan mereka. Kalau sudah nonton, pasti kamu sudah familiar dengan penceritaan genre superhero. Plot film superhero biasanya seperti ini: seseorang memperoleh kekuatan super, dia kemudian harus menghentikan sosok villain yang jahat, lalu mereka bakal melakukan pertarungan yang luarbiasa di tengah kota, hasilnya? Terjadi kehancuran nyaris separo Time Square.

Apakah sudah cukup?

Tidak!

Mereka kemudian membuat 12 sekuel.

Kembali lagi ke ketakutan terhadap kota, ketika di usia sepuluh tahu itu, dalam benak Jonah, artinya ada kemungkinan bahwa Godzilla bakal menyerang kota di bulan-bulan tertentu. Jelas rasanya bakal amat sangat mengerikan dan melelahkan.

Dalam bayangan Jonah, sosok superhero itu nyata adanya. Mungkin saja suatu hari dirinya bisa terbang.

Tetapi, di lain hal, di kemungkinan yang lebih buruk, sangat potensial ketika Jonah sedang jalan-jalan di pagi maupun sore hari bersama anjingnya, tiba-tiba Hulk jatuh dari langit seperti jeli hijau.

BACA JUGA  Insight | Memahami Teori Kekayaan Media (Media Richness Theory (MRT))

Atau, mungkin bakal ada alien robot yang jatuh dan menubruk si anak kecil (Jonah) serta anjingnya tadi. Dalam imajinasi liar Jonah, mereka kemudian langsung terbakar layaknya panekuk. Dia pikir kehidupan akan memiliki lebih banyak ledakan nyata.

Kalau kondisinya seperti dalam imaji, Jonah pikir asuransi Spider-Man–dan sosok asing lain–bakal benar-benar jadi sesuatu yang luar biasa. Tak diragukan lagi. Kalau itu mewujud kenyataan, pasti bakal ada dialog semacam ini ketika seseorang sedang berbicara dengan teman kerjanya:

“Astaga, apartemenku kemarin diserang, tapi untung Spider-Man datang dan membunuh raksasa liar itu!”

Lalu keluar sahutan:

“Sama! Tetapi aku bingung harus berbuat apa. Kemarin sosok jahat menabrak kaca depan mobilku, sayangnya asuransiku cuma meng-cover serangan dari King Kong.”

Menarik, kan, kalau seperti itu?

 

(Visited 337 times, 1 visits today)

Profil | Mengenal Casey Neistat: Passion, Penceritaan, dan Memenangkan Audiens
Positive Mind | Apa Itu Cinta? Belajar Cinta dan Nostalgia dari Seorang Casey Neistat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *