Home, Language

Insight | 6 Plus 4 Cara Mudah Membuat Kesimpulan untuk Tulisan

menulis-kesimpulan-di-tulisan-infiltrancom

Sama halnya dengan pendahuluan, penutup dalam sebuah tulisan adalah hal yang penting.

Pendahuluan yang baik akan mampu menarik pembaca untuk terus membaca tulisan yang kita buat.

Sedangkan kesimpulan yang bagus akan mampu menutup tulisan dengan tuntas. Artinya kerisauan yang kita tawarkan di pendahuluan dan tubuh teks mampu terjawab ketika pembaca selesai membaca. Kesimpulan juga bisa menunjukkan apakah kita benar-benar menguasai bahan yang ditulis.

Ada beberapa kriteria supaya kesimpulan bisa dilabeli dengan nilai “baik”.

Pertama, jangan hanya merangkum dari yang sudah dituliskan di paragraf-paragraf sebelumnya. Kesimpulan mestinya menjadi penutup yang juga bisa mengajak pembaca ikut berpikir jauh. Misalnya dengan menghubungkan rangkuman dengan kondisi terkini di dunia luar sana.

Kedua, tekankan atau kuatkan ide utamamu. Ingat jangan mengulang dengan bahasa yang sama persis dengan yang sudah kamu tuliskan sebelumnya, tulis dengan parafrase lain supaya terkesan segar. Kamu bisa menyinggung kembali pembukaan yang ada, maupun mengelaborasikan kata kunci, konsep, serta grafis.

Ketiga, tulis kesimpulan yang nyambung dengan keseluruhan tulisan. Terkadang masih ada orang yang menulis kesimpulan tetapi tidak ada hubungannya dengan kepala dan tubuh tulisan. Lihat juga tulisan yang kamu buat tipenya apa–sebab beda tipe, beda juga cara menutupnya. Tulisan pendek seringkali tidak memerlukan penajaman ulang pernyataan ide utama, sedangkan tulisan panjang membutuhkan kesimpulan yang lebih mendetail.

Keempat, layaknya pembukaan, kesimpulan juga bisa dilengkapi dengan bumbu-bumbu secukupnya. Bumbu di sini misalnya dengan melemparkan satu atau dua pertanyaan provokatif—hati-hati, jangan sampai pertanyaan ini malah membuat tulisanmu nampak dangkal—atau berikan ilustrasi, maupun beri kutipan yang relevan.

Kelima, kalau memungkinkan, berikan pula kemungkinan akibat, konsekuensi, atau pun aksi yang bisa segera dilakukan oleh pembaca. Ini adalah jenis kesimpulan yang bersifat ajakan—langsung/tidak langsung.

BACA JUGA  Insight | Being a Deadliner: Good or Bad?

Keenam, dan terakhir, buatlah prediksi atau berikan saran. Tulisan yang bukan deskripsi data boleh ditambahi hal ini. Tetapi hati-hati, tidak semua tulisan cocok diberi perlakuan ini. Ada yang hanya meminta penjabaran objektif tanpa meminta opini.

Untuk tambahan, berikut ini adalah PANTANGAN untuk disertakan pada kesimpulan!

Pertama, jangan berikan ide baru. Ini akan membuka diskusi baru atau pembahasan yang lebih panjang. Lebih baik cantumkan semua di badan teks sehingga bisa tuntas.

Kedua, jangan membuat dirimu kerdil! Seringkali ada yang menggunakan kalimat, “Saya mungkin bukan ahli di bidang ini…” atau “Paling tidak inilah opini saya…”. Intinya, jadilah percaya diri, asalkan meyakinkan–apalagi didukung oleh data maupun pengalaman—jalan terus saja!

Ketiga, bisa jadi, karena terlalu sibuk berkutat di ide utama, kita jadi mengabaikan breakdown poin-poin minor. Ingat, detail menentukan apakah tulisan kita komprehensif atau tidak. Cara termudah dalam mengingatnya adalah dengan membuat outline berisikan poin apa saja yang bisa dibahas.

Keempat, pastikan bahwa poin-poin yang disampaikan memang sesuai. Jangan mengada-ada.

Jadi, sudah siap menulis kesimpulan yang lebih oke? Selamat menulis!

(Visited 548 times, 1 visits today)

Insight | Aturan Standar Membuat Halaman Judul Laporan; Pakai Tips Ini Kamu Pasti Aman!
Skill |Belajar Tenses Bahasa Inggris dengan Mudah; Pengantar plus Tabel Rumus 16 Tenses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *