Home, Language

Insight | Panduan Lengkap Menulis Review atau Resensi Literatur: Untuk Berbagai Media (Bagian 1)

jpg menulis review literatur bagian 1 infiltrancom

Tujuan utama dari menulis review atau resensi literatur adalah untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa kamu telah benar-benar membaca—maupun menonton atau mendengar—pun memahami apa yang menjadi inti topik permasalahan dalam suatu media (buku, film, hingga musik).

Yang perlu digarisbawahi di sini, menulis review bisa untuk media apa pun dan lewat jalur distribusi mana pun. Artinya, kamu boleh menulis review untuk karya teks, audio, visual, bahkan audio visual. Sekaligus, tempat untuk mempublikasikannya juga tidak ada batasan, bisa untuk tugas sekolah/kuliah, di koran/majalah, di blog/online. Oh, dan kamu bisa membuat review dalam bentuk tulisan, audio, video, maupun infografis.

Tetapi, panduan dari Infiltran ini akan berfokus ke bentuk teks.

Mengapa teks? Sebab teks bisa dengan mudah diadaptasi ke bentuk lain. Dan lagi, untuk berbagai bentuk adaptasi pasti paling tidak membutuhkan teks panduan—guidelines—untuk apa yang ingin disampaikan.

Perlu diperhatikan pula, review-mu jangan sampai hanya berupa ringkasan dari yang sudah dituliskan oleh orang lain. Ingat, tujuan utama menulis review literatur adalah untuk menghargai sudut pandangmu, maka jadilah seunik mungkin.

Berikan analisis kritis yang beralasan, tunjukkan insight, pendekatan, teori, maupun argumen terbaikmu.

Semua unsur tersebut tidak harus semuanya dipenuhi, yang paling penting adalah adanya alasan di setiap ujaran analisis kritis.

Berikut ini skema klasik dari review literatur:

1. bandingkan dan kontraskan pendangan penulis/kreator terkait suatu isu
2. (kalau memungkinkan) bandingkan pemikiran antarkreator yang memiliki karya sejenis
3. kritisi metode yang digunakan
4. catat area mana saja yang menimbulkan ketidaksetujuan
5. beri highlight untuk gagasan yang menarik
6. beri highlight apabila ada “celah” logika
7. tunjukkan apabila ada kesamaan dengan karya sebelumnya (efek positif atau negatif)
8. berikan gagasanmu apabila topiknya merupakan ranahmu
9. tutup dengan rangkuman atau highlight dari literatur yang kamu review

Seperti yang Infiltran katakan sebelumnya, skema tersebut tidak harus urut diikuti.

BACA JUGA  Positive Mind | Tentang John Green, Hank Green, dan Nerdfighters: Don’t Forget to Be Awesome

Ambil poin-poin yang memang memadai dan sesuai dengan literatur yang akan di-review.

Di ranah akademik, review literatur juga berguna untuk beberapa poin pokok, antara lain:

1. untuk mendefinisikan dan membatasi masalah terkait karya yang sedang kamu kerjakan
2. untuk mengaplikasikan apa yang kamu pelajari dalam perspektif karya masa lalu
3. untuk menghindari kemungkinan duplikasi bahasan
4. untuk mengevaluasi metode penelitian yang nampak menjanjikan
5. untuk menghubungkan temuanmu dengan penelitian yang telah ada dan memberi saran buat penelitian selanjutnya

Dengan bekal sejauh ini, jelas bahwa sebuah review literatur yang bagus adalah yang berbentuk kajian kritis. Sehingga, menulis review tidak bisa tanpa bekal sama sekali, paling tidak kamu harus memiliki bahan bahasan dari sumber lain sebagai bandingan.

Setelah memahami dasar dari review literatur, hal yang perlu diketahui setelah ini adalah struktur pembuatannya.

Format dari review literatur bisa dibaca di artikel bagian 2.

(Visited 369 times, 1 visits today)

Insight | Panduan Lengkap Menulis Review atau Resensi Literatur: Untuk Berbagai Media (Bagian 2)
Positive Mind | Tentang John Green, Hank Green, dan Nerdfighters: Don’t Forget to Be Awesome

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *